~Wie's Luv iA~











{July 29, 2007}   Sheila : Luka Hati Seorang Gadis Kecil

šŸ™‚ sudah lamaaa banget wie pengen berbagi cerita tentang buku ini, cuz disini wie menemukan hidup…(halaghhh… apa sie…šŸ˜€ ). Ni rangkumannya lah… ‘n ada juga yang wie cuplik dari beberapa situs.

SHEILA : Luka Hati Seorang Gadis Kecil

* Buku ini menceritakan tentang pendidikan, cinta, kesabaran,kepahitan, dan cara seorang psikolog dalam menangani sebuah kasus.
* Hayden. Torey, One Child., Avon Books Harper Collins, New York, 1980.

one child

Banyak yang bilang, bahwa kelas Torey Hayden adalah kelas “sampah”. Murid
Hayden berjumlah 9 orang termasuk Sheila. Seorang anak pernah dua kali mencoba bunuh diri, seorang anak buta, seorang lagi agresif, seorang anak yang lainnya fobia terhadap beberapa hal, dua orang dinyatakan autisme, seorang skizofrenia, seorang lagi pernah mengalami kekerasan fisik dan seksual, dan sheila tentu saja.

Sheila hanyalah gadis kecil yang berumur 6 tahun. Namun, Torey Hayden,
guru Sheila sekaligus penulis buku ini, menganggapnya istimewa adalah karena
gadis kecil ini menggambarkan keadaan nyata sebuah kehidupan.

Sheila mengalami problem emosional yang sangat parah. Ia tega membakar
seorang anak berumur 3 tahun, di sekolah dengan tenangnya ia mencungkili mata
ikan di aquarium milik Torey, dan ia selalu menaruh curiga pada setiap orang
yang bermaksud menolongnya.

Ia tumbuh di lingkungan miskin. Ibunya membuangnya di jalan pada umur 4 tahun. Ayahnya seorang pemabuk yang tidak mempunyai pekerjaan, ayahnya akan mencambuknya jika ia berbuat kesalahan. Pamannya pernah memperkosanya. Namun,
dibalik semua kesedihan itu, ia adalah anak yang cemerlang. IQnya 180 lebih.
Dengan mudah, ia menyelesaikan semua soal-soal matematika dan bahasa.

Hayden mempunyai cara istimewa dalam menghadapi murid-muridnya yang istimewa
itu. Ia menghargai semua anak dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing
dan menciptakan sebuah tim yang kompak dalam menjalani hari-hari sekolah. Ia
memulai hari dengan mengadakan diskusi. Tema bisa Hayden yang mengusulkan,
tetapi ia lebih memberanikan semua muridnya untuk mengusulkan sebuah tema. Dalam
diskusi, ia membebaskan mereka mengemukakan pendapat dan perasaannya, sekonyol
apapun, Hayden tetap menghargainya. Akibatnya Sheila yang pada awalnya tidak
bisa mengekpresikan perasaannya, ia dapat bercerita banyak mengenai apapun yang
dirasakan dan dialaminya. Simak ketika Sheila mendiskusikan dengan Hayden
mengenai kekerasan seksual yang pernah ia alami.

…………….
S : “Aku enggak akan pakai gaun lagi”

T : “kok Begitu?”

S : “Pada hari itu, Paman Jerry,
dia bilang itu gaun yang sangat indah, Dia dapat raba dibaliknya. Dia terus
naruh tangannya dibawah situ. Aku enggak mau siapa pun raba aku disitu”

“Torey,
Apa kamu dan Chad (pasangan Torey), lakukan hal itu bersama? Seperti yang
dilakukan Paman Jerry terhadapku?”

T : “Apa yang dilakukan pamanmu
kepadamu tidak boleh dilakukan siapapun. Itu salah. Berhubungan badan adalah
sesuatu yang dilakukan oleh orang dewasa satu sama lainnya, tetapi anak-anak
tidak boleh melakukannya. Dan tak ada yang boleh menggunakan pisau. Itu salah”

S : “Aku tahu seperti apa. Papaku,
dia bawa perempuan kadang-kadang dan dia lakukan itu. Aku lihat mereka, Aku tahu
seperti apa. Apa itu benar-benar cinta?”

….

Lalu simak, ketika pada akhir tahun
ajaran Sheila mampu berdiskusi secara baik dengan Hayden. Ketika tiba saatnya
Sheila bersekolah di sekolah umum.

S:” Aku enggak mau masuk kelas
reguler. Inilah kelasku.”

T:”Sheil, sekarang bulan mei. Tahun
ajaran akan selesai beberapa minggu lagi. Kukira kini waktunya kita memikirkan
masa depan.”

S:” Aku akan tetap disini tahun
depan. Aku disini. Aku akan jadi anak paling nakal sedunia. Aku akan lakukan apa
saja yang jelek-jelek dan kemudian mereka akan suruh kamu jaga aku. Mereka tidak
akan biarkan kamu suruh aku pergi”

“Kok kamu enggak disini terus
untuk buat aku jadi baik?”

T:” Karena bukan aku yang membuatmu
jadi baik, tetapi kamu. Aku disini hanya untuk memberitahumu bahwa ada orang
yang peduli jika kamu berbuat baik atau tidak.”

S:”Yang enggak kumengerti adalah
mengapa yang baik-baik selalu berakhir”

T:”Segala sesuatu ada akhirnya”

S:”Enggak untuk sebagian. Enggak
untuk yang jelek-jelek. Yang jelek-jelek itu enggak pernah mau pergi”

…..

Memang dari pengakuan penulisnya, ada beberapa bagian yang di dramatisir dan diperhalus tapi lepas dari itu semua, pada kenyataanya memang banyak anak-anak yang mengalami kekerasan entah itu kekerasan fisik maupun mental. Tak usah kita bercermin atau meneropong ke negara – negara lain, tinggal kita lihat saja disekeliling kita. Berdasarkan data Plan Indonesia yang dikutip sebuah media cetak nasional, saat ini diperkirakan ada 871 kasus kekerasan terhadap anak, dan ironisnya para pelaku child abuse tersebut pada umumnya adalah orang yang dikenal anak.
Contoh nyatanya saja seperti yang dilansir sebuah media
………
Siti Ihtiatun Soleha (8). Gadis kecil warga Sunter (Jakarta Utara) yang biasa dipanggil Tia itu, dua kaki dan tangan kanannya telah disetrika oleh ayah kandungnya sendiri, Muhammad Juhandi alias Wandi (34)

……..

KETIKA UU PKDRT (Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga) disahkan November 2004, boleh jadi masyarakat berharap agar kematian/kekerasan terhadap anak tidak terulang lagi, seperti kasus Arie Hanggara maupun kasus terbaru, Ridwan Maulana (5). Namun, apa yang terjadi? Baru-baru ini tersiar kabar Indah Safitri meninggal akibat dibakar orang tua kandungnya sendiri.

………

Menyedihkan bukan? Orang tua yang seharusnya melindungi anak – anaknya, malah menjadi duri dalam daging – malah orang tua sendiri yang menganiaya anaknya. Buhhh…. Nangis bathin bener dech…
Pertanyaannya siapa yang bertanggung jawab atas semua ini? Negara? Para Orangtua? Atau…? Wie harap hal ini bukan hanya dijadikan PR bagi semua, karena PR bisa dibawa pulang kemudian kalo mau dikerjain ya kerjain… kalo ga ya… Waghhh… kalo gitu gimana nanti anak cucu kita nanti ya? Fiuhhhh….
Memangnya apa yang membedakan anak dan orang dewasa ya? sama- sama manusia, sama-sama mempunyai pikiran, perasaan, pendapat, keinginan. Bedanya cuma pengalaman karena perbedaan umur. Semakin banyak umur semakin banyak yang dilihat, diketahui, dan dimengerti (seharusnya!). Lepas dari itu semua sama. Trus kenapa orang dewasa bisa berbuat semena-mena terhadap anak2?
Bukankah anak cuma titipan Tuhan? Yang seharusnya dirawat, dijaga, dihargai sebagai pribadi yang utuh?



tHa says:

kayanya nguasain bnget isi novel Torey Hayden y?

boleh nii share….?!!



sechan says:

Betul bgt org2 dewasa tuh harus’y ngelindungin dan mencintai anak2 mereka apa ada’y dariu sgala apapun yg mungkin mengancam nyawa anak itu sendiri. Kadang aku ngga ngerti kenapa sih anak2 slalu aja jdi sasaran pemuas kesenangan orang dewasa itu engga adil!!!!!!>_<
oh yah aku mo nanya nama kepanjangan Shaila tu siapa yah klo tau add aku d’ allycov_sechan@yahoo.co.id / friendster please bgt!!!!! ^_^
have a nice day 4 every people in the world………………………….



sechan says:

aku juga dah baca kedua buku’y Sheila yg dikarang sama pengarang yg paling aku hormatin itu truz… aku gi semangat2’y nyariin nama sheila di internet klo aja aku bisa ketemu sama sheila yg asli pasti aku seneng bgt kyk’y soal’y diem2 aku agak nge-fans juga sama sheila yg berhati tabah itu. Kata’y skarang sheila dah berumur 30-an dia tinggal sama 2 ekor kucing dan 2 ekor anjing. bagi dia hidup binatang2 itu tak ada beda’y sama kehidupan pribadi dia, dan dia pengen semua makhluk hidup di dunia ini bahagia tanpa penderitaan. Sungguh betapa mulia impiannya pada setiap orang.

Yang mo add aku d’ fs kutunggu di :
allycov_sechan@yahoo.co.id



Nia says:

Thanks infonya



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Ada Apa Aja Yach ^^

  • aRsip Ku^^

  • Wie BaRu ja NuLis…

  • Login sik… Mba…^-^

  • et cetera
    %d bloggers like this: